Senin, 19 November 2012

Tata Cara Sholat Jenazah


Tata Cara Sholat Jenazah

Saya ingin membagikan informasi mengenai tata-cara sholat jenazah menurut ajaran ISLAM.  Mengapa saya tiba-tiba ingin mem-posting ini? ini tak lain karena kematian itu adalah hal yang pasti , dan akan selalu ada kematian di dunia ini.
Sholat Jenazah adalah jenis salat yang dilakukan untuk jenazah muslim. Setiap muslim yang meninggal baik laki-laki maupun perempuan wajib disalati oleh muslim yang masih hidup dengan status hukum fardhu kifayah. Fardhu kifayah, itu berarti suatu kewajiban setiap muslim, yang apabila tidak dilaksanakan maka semua muslim akan berdosa. Sholat jenazah ini berbeda dengan sgolat fardhu pada umumnya, dalam sholat jenazah tidak ada gerakan seperti ruku’, sujud, i’tidal, dan duduk diantara 2 sujud. Dalam sholat jenazah hanya terdiri dari 4 takbir dan 2 salam. Alangkah lebih baik kalau dibentuk 3 shaf untuk makmum. Karena sesungguhnya Allah SWT menyukai bilangan yang ganjil.
Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam penyelenggaraan salat ini adalah:
·         Yang melakukan salat harus memenuhi syarat sah salat secara umum (menutup aurat, suci dari hadas, menghadap kiblat dst)
·         Jenazah/Mayit harus sudah dimandikan dan dikafani.
·         Jenazah diletakkan disebelah mereka yang menyalati, kecuali dilakukan di atas kubur atau salat ghaib.
Salat jenazah tidak dilakukan dengan ruku’sujud maupun iqamah, melainkan dalam posisi berdiri sejaktakbiratul ihram hingga salam. Berikut adalah urutannya:
1.     Berniat, niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati dan tidak perlu dilafalkan, tidak terdapat riwayat yang menyatakan keharusan untuk melafalkan niat. Untuk jenazah laki-laki : ” Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti arba ‘a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muumam/imaaman lillahi ta’aalaa, Allahu akbar “. Untuk jenazah perempuan : ” Ushalli ‘alaa haadzihil mayyiti arba ‘a takbiiraatiin fardhal kifaayati ma’muuman/imaaman lillahi ta ‘aalaa, Allaahu akbar “
2.     Takbiratul Ihram pertama kemudian membaca surat Al Fatihah
3.     Takbiratul Ihram kedua kemudian membaca shalawat atas Rasulullah SAW minimal :Allahumma Shalli ‘alaa Muhammadin artinya : “Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad”
4.     Takbiratul Ihram ketiga kemudian membaca do’a untuk jenazah minimal:“Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu yang artinya : “Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma’afkanlah dia”.Apabila jenazah yang disalati itu perempuan, maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahaa. Jadi untuk jenazah wanita bacaannya menjadi: Allahhummaghfir laha warhamha wa’aafiha wa’fu anha. Jika mayatnya banyak maka bacaan Lahuu diganti dengan Lahum. Jadi untuk jenazah banyak bacaannya menjadi: “Allahhummaghfir lahum warhamhum wa’aafihim wa’fu anhum”
5.     Takbir keempat kemudian membaca do’a minimal:“Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlanaa walahu.”yang artinya : “Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepadanya atau janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.” Jika jenazahnya adalah wanita, bacaannya menjadi:“Allahumma laa tahrimnaa ajraha walaa taftinna ba’daha waghfirlanaa walaha.”
6.     Mengucapkan salam assalamualaikum waraqmatullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar